Selasa, 23 Februari 2016

Sejarah Musik Klasik Dunia

Musik Daerah Nusantara

Musik Daerah Nusantara
 

A. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI MUSIK DAERAH
1.      Pengertian Musik Daerah
Musik daerah adalah jenis dimana inspirasi penciptaannya berdasarkan atas budaya dan adat istiadat dari suatu daerah tertentu. Selain sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan dan kebiasaan yang terjadi didaerah tersebut, musik daerah juga digunakan untuk kegiatan upacara-upacara daerah oleh masyarakat setempat.
2. Ciri-ciri musik Daerah
Cirri-ciri musik daerah antara lain :
a.       Mengandung suatu makna
b.      Memuat pesan untuk masyarakat suatu daerah
c.       Menggambarkan suasana suatu daerah
d.      Menggunakan bahasa daerah
e.       Irama dan melodinya bersifat sederhana.
B. MENGENAL BEBERAPA MUSIK DAERAH NUSANTARA
Musik daerah yang ada di nusantara tersebar di seluruh wilayah nusantara. Berikut ini beberapa contoh musik daerah yang ada di Nusantara.
1. Musik  daerah Nanggroe Aceh Darussalam
Jenis alat musik yang banyak digunakan adalah rebana, gambus, harubab, gedumba, marwas, bangsi/seruni (seruling). Dari beberapa alat musik tersebut yang berfungsi sebagai melodi adalah bangsi/seruni, sedang alat musik yang lain berfungsi sebagai ritmis.
2. Musik Tradisonal dari Daerah Sumatera Utara
a. Tata Ganing atau Gondang
Alat-alat musik yang digunakan adalah :
1)      Gong
2)      Gerantung, yaitu alat musik pukul semacam gambang
3)      Tanggelong atau nungneng, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari tali dan cara memainkannya dengan dipukul
4)      Suling dengan nama seperti salodap, salonat, sordam dan tarafair.
5)      Arbab, hasapi, hapetan dan kulcapi.
b. Gondang Sambilan
Gondang sambilan adalah musik daerah Sumatera Utara yang berbentuk ansambel gendang (drum), merupakan cirri umum musik di daerah ini. Alat musik yang digunakan dalam ansambel gondang sambilan adalah :
1)      Sembilan buah gendang besar (gondang) yang memiliki ukuran berbeda-beda
2)      Sekelompok gong yang memiliki kecil hingga besar
3)      Sepasang simbal.
4)      Serunai
3. Musik Nusantara daerah Nias
Musik daerah nias terdiri atas empat atau tiga nada dalam satu oktaf. Alat musiknya terdiri atas :
a.       Gong dengan berbagai ukuran. Gong yang berukuran besar disebut gong sedang yang     berukuran kecil disebut faritia atau saraina
b.      Lagiya atau semacam rebab
c.       Koko atau semacam kecapi atau celempung
d.      Gendang yang panjangnya tiga meter dengan nama tamburu, gendera, cucu, fodrahi dan tabunara
e.       Garputala
f.       Sigu mbawa atau surune mbawa (seruling)
4. Musik Tradisonal dari daerah Sumatera barat
Musik daerah dari daerah Sumatera Barat adalah Talempong. Ada dua jenis talemponga yaitu :
a. Talempong duduk
Talempong jenis ini dimainkan dengan cara duduk di atas alas. Biasanya dimainkan oleh anak-anak gadis.
b. Talempong pacik
Talempong jenis ini dimainkan dengan cara dijinjing menggunakan ibu jari. Biasanya dimainkan oleh kaum pria.
Alat musik yang dipakai dalam musik talempong adalah :
a.       Alat musik perkusi            :  gendang, rebana, ketipung, gong dan talempong
b.      Alat musik tiup                  :  bansi, saluang, puput tanduk, puput batang padi, serunai    dan seruling
c.       Alat musik pendukung      :  biola, terompet, gitar
5. Musik Daerah Daerah Jawa Barat
a. Angklung
Musik angklung adalah jenis musik daerah yang berasal dari Jawa Barat. Alat musik ini semuanya terbuat dari bambu.  Dalm sejarahnya, musik angklung telah dikenal dan digunakan oleh masyarkat Sunda-Jawa Bart sejak abad XVI sebagai alat tabuh daerah yang digunakan untuk ronda, memeriahkan pesta, dakwah agama atau kegiatan yang lain yang ad di masyarakat Sunda. Pada tahun 1928 Daeng Sutigna mengubah tangga nada yang digunakan pad musik angklung dari tangga nad pentatonis menjadi tangga nada diatonis.
b. Calung
Calung adalah jenis musik daerah yang berasal dari Jawa Barat. yang semuanya terbuat dari bambu. Cara memainkannya dengan cara dipukul. Alat musik tersebut menggunakan bilahan bambu yang dinamakan keprak.
6. Musik Daerah Daerah Betawi
a.       Gambang Kromong
Musik daerah ini merupakn perpaduan antara musik gamelan dengan musik barat yang menggunakan tangga nada pentatonis (tionghoa). Alt musik yang digunakn adalah : gambang, rebab dan biola.Kebanyakan syair lagunya berisi sindiran dengan pantun yang indah yang di bawakan secara berpasangan. Gaya khas dalam pembawaan lagu adalah bersifat humoris, gembira dan fleksibel. Contoh lagu yang populer dalam musik gambang kromong adalah Jali-Jali.
b. Musik Tanjidor
Tanjidor adalah sekelompok pemusik yang memainkan alat-alat musik logam yang tak bernada seperti  tambur besar, terompet. Musik Tanjidor biasanya digunakan pada upacara perayaan di desa atau pesta rakyat.
7.      Musik Daerah daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Musik Daerah daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah gamelan yaitu seperangkat alat musik yang terdiri dari  : saron, rebab, bonang, kendang, gender, gong. Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada pelog dan slendro.Notasi gamelan yang menggunakan tanggad nada slendro memiliki 6 titi nada, yaitu : 1-2-3-5-6, sedangkan tangga nada pelog memiliki 7 titi nada, yaitu : 1-2-3-4-5-6-7.
8. Musik Daerah Daerah Kalimantan
Di antara musik daerah daerah Kalimantan adalah Orkes Karawitan Banjar. Alat-alat musik yang digunakan dalam musik daerah ini antara lain : rebab, gambang, gender, gendang dan suling diagonal.
9. Musik Daerah Daerah Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan memiliki musik daerah yang dinamakan dengan nama gendang bulo. Alat musik yang digunakan dalam musik ini antara lain :gendang, keso, hobo, atau puwi-puwi, basing-basing, popondi atau tolindo, dan kecapi
10. Musik Daerah Daerah Papua
Alat musik yang ada di Papua banyak berasal dari Maluku seperti Tifa, rebana, rebab dan gong. Alat musik yang ada di Papua adalah genderang yang dihiasi dengan pahatan dan sekakas yang digunakan untuk menarik ikan hiu dalam suatu perburuan di laut.
C. UNSUR-UNSUR MUSIK NUSANTARA
1. Melodi
Yaitu rangkaian sejumlah nada yang ditanggapi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya.
2. Ritme
Yaitu gerak nada yang teratur mengalir karena munculnya aksen-aksen secara tetap.
3. Birama
Yaitu suatu tanda untuk menunjukkan jumlah ketukan dalam satu birama. Garis biramaadalah garis vertikal yang memisahkan antar birama yang satu dengan yang lainnya. Ada jensi birama, yaitu :
a.       Birama perduaan tunggal
Yang termasuk birama ini adalah birama 2/4 dan 2/8
b.      Birama perduaan bertingkat
Yang termasuk jenis birama inia adalah 4/4, 8/4, 4/8, dan 8/8
c.       Birama pertigaan tunggal
Yaitu birama ¾ dan 3/8
d.      Birama pertigaan bertingkat
Yaitu birama 6/4, 6/8, 9/4, dan 9/8
4. Tangga nada
Adalah susunan nada-nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak tertentu. Tangga nada terbagi menjadi 3 yaitu :
a. Tangga Diatonis
Adalah susunan nada-nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak 1 dan ½. Tangga nada diatonis ada 2 macam, yaitu :
1)        Tangga diatonic mayor, yaitu tangga nada yang mempunyai pola jarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Contoh c-d-e-f-g-a-b-c’
2)        Tangga nada diatonic minor, ada empat macam tangga nada minor :
a)         Tangga nada minor asli
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1-1-1-1-1/2.
Contoh a-b-c’-d’-e’-f’-g’-a’
b)        Tangga nada minor melodis
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1-1-1/2-1-1 pada waktu naik sedangkan pada waktu turun pola jaraknya berubah yaitu 1-1-1/2-1-1-1/2-1. Contoh a-b-c’-d’-e’-fis’-gis’-a’-g’-f’-e’-d’-c’-b-a
c)         Tangga nada minor harmonis
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1-1-1/2-11/2-1/2
Contoh a-b-c’-d’-e’-f’-gis’-a’
d)        Tangga nada minor zigana
Mempunyai pola jarak 1-1/2-1 1/2-1/2-1-1-1/2
Contoh : a-b-c’-dis’-e’-fis’-gis’-a’
b. Tangga nada Kromatis
Adalah susunan nada-nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak 1/2. Contoh : c-cis-d-dis-e-f-fis-g-gis-a-ais-b-c’
c. Tangga nada Debusian
Adalah tangga nada yang beraturan dan mempunyai pola jarak 1
Contoh : c-d-eis-fis-gis-ais-c’
5. Tempo, dinamika dan ekspresi
a. Tempo, adalah tanda yang menunjukan cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Istilah tempo ada tiga yaitu
1)      Tempo lambat            :  Largo, Lento, Adagio
2)      Tempo Sedang           :  Andante, Moderato
3)      Tempo Cepat              :  Allegro, Vivace, presto
Selai istilah utama, kadang seorang pencipta lagu melakukan pengubahan atau penambahan dengan istilah lain dengan akhiran tertentu. Cara yang biasa digunakan seperti berikut :
a)      Penggabungan dua istilah, misalnya Allegro Vivace yang berarti lebih cepat dari Allegro, tetapi kurang dari vivace
b)     Menambah istilah lain. Kata-kata yang digunakan seperti berikut :
Con amore : dengan penuh cinta
Conbrio : dengan hidup
Con fiesta : dengan meriah
Con espressione : dengan penuh perasaan
Con dolore : dengan sedih
Con mastoso : dengan agung
Misalnya dari istilah adagio menjadi adagio con maestoso
c)      Menambah akhiran “etto” yang berarti agak, dan akhiran “issimo” yang berarti sangat. Misalnya jika allegretto yang berarti agak cepat dan allegrissimo yang berarti sangat cepat.
Alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan lagu disebut metronome manzel yang sering disingkat dengan “MM”. Angka metronome manzel menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu menit.
b. Dinamika adalah perubahan keras lembutnya lagu dalam sebuah lagu. Dalam penulisan dinamik pada sebuah lagu dinyatakan dengan beberapa tanda dan istilah, diantaranya sebagai berikut :
1)      Dinamika lembut
a)      Piano (p) :  lembut
b)     Pianissimo (pp)                  :  sangat lembut
c)      Pianissimo assai (ppp)       :  amat sangat lembut
d)     Mezzo piano (mp) :  agak lembut
e)       Piano forte (pf) :  dimulai dengan lembut, kemudian mengeras
2)      Dinamika keras
a)      Forte (f) :  keras
b)     Fortissimo (ff) :  sangat keras
c)      Fortissimo assai (fff) :  amat sangat keras
d)     Mezzo forte (mf) :  agak keras
e)      Forte piano :  dimulai dengan keras, kemudian melembut.
3)      Tanda perubahan dinamika
a)      Crescendo (cresc) :  makin keras
b)     Decrescendo (decresc) :  makin lembut
c)      Mezza di voce :  mengeras kemudian melembut
d)     Diminuendo (dim) :  makin lembut
c. Ekspresi
Dalam musik ekspresi menyatakan suatu sifat atau jiwa lagu secara spesifik. Sifat atau jiwa tersebut dinyatakan dalam suatu istilah yang menggambarkan perasaan yang menjiwai lagu secara keseluruhan. Istilah-istilah tersebut ditulis dalam bahasa Italia, antara lain :
1) Marciale atau Marcia
2) Maestozo
3) Con expressionne
4) Dolce
5) Religioso
6)      Dan lain-lain

Sejarah dan Perkembangan Musik POP

Sejarah dan Perkembangan Musik POP

 jghjfgdgdfg

Musik pop atau Musik populer adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyak bersifat komersial.
Musik Pop pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison.
Ragtime di Amerika Serikat sejak 1890. Musik Ragtime atau Cincang-Babi, adalah musik Amerika yang dipengaruhi oleh etnis Afrika-Amerika dan musik klasik Eropa. Musik ini mulai terkenal di daratan Amerika sekitar tahun 1890 hingga 1920. Musik ini mempuyai tempo atau irama yang cepat dengan dominasi sinkopasi, namun ada juga yang berirama agak lamban.
Biasanya musik ini dimainkan khusus dengan piano, gaya cincang-babi, dan para pianis dan pencipta antara lain Scott Joplin (1868-1917), James Scott (1885-1938), dan Joseph Lamb (1887-1959).
Setelah Perang Dunia I berakhir (1918), maka musik baru di benua Amerika lahir yang disebut dengan Musik Populer. Musik ini terutama sebagai musik lantai dansa yang pada waktu itu menjadi populer sekali dan digemari oleh masyarakat seluruh dunia.
Musik Amerika Latin lahir sejak 1857
Ciptaan-ciptaan pencipta pada waktu itu dengan pengaruh latin adalah antara lain dari George Bizets Hababera dari opera Carmen (1875); Scott Joplin’s Mexican Serenade, Solace (1902); Maurice Ravels Rapsodie Espagnole (1907), dan Bolero (1928).
Musik pop latin dimulai sejak dansa latin dikenal, yaitu sejak tahun 1920 juga. Dansa Tango menjadi salah satu balroom dance yang terkenal pada tahun 1920 di Amerika maupun Eropa, di mana lagu Tango yang bertangga nada minor dan melankolik, serta step dansa yang agresif. Setelah itu tahuj 1930 dan 1940 berkembang menjadi salah satu musik yang digemari di dunia, dengan tokoh seperti Xavier Cugat, Peres Prado, dlsb. Irama yang berkembang pada waktu itu adalah Rhumba, Samba, Conga, Salsa, Mambo, dlsb.
Dan masih banyak aliran Musik Pop atau yang sering disebut Musik Populer seperti
Heavy Metal
Hip-Hop
R&B
Teen Pop
Balada
Emo
Dance
Disko
Disko Emo
Pop
Soul
Rock
Reggae
Musik Elektronik
New Age
Dark Metal
Death Metal
Grind Metal
Progressive Rock
Progressive Pop
Progressive Metal
Alternative Rock
Alternative Pop
Alternative Metal
Slow Rock
SEJARAH MUSIK POP DI INDONESIA
Musik pop di Indonesia diawali oleh sebuah grup yang cukup terkenal pada tahun 1970-an. Nama grup ini adalah koes plus. Grup ini menjadi legendaris di Indonesia karena puluhan lagu, bahkan ratusan lahir dari kelompok musik ini, dari yang versi pop, pop jawa, irama melayu, dangdut, pop anak-anak, lagu berbahasa Inggris, irama keroncong, folk song, dan hard beat. Baru-baru ini namanya diabadikan sebagai kelompok musik dengan lagu terbanyak di Museum RecordIndonesia (MURI). Lagu mereka sungguh sederhana baik dalam syair, musik, maupun melodi. Ciri khasnya adalah perpaduan suara antara vokalis mereka (Yon dan Yok) yang khas. Lagu-lagu mereka masih tetap digemari sampai sekarang.
Sejarah dan Perkembangan Musik Pop di Indonesia
Salah satu ciri musik pop adalah penggunaan ritme yang terasa bebas.dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bass. Komposisi melodinya juga mudah dicerna. Biasanya, para musisinya juga menambahkan aksesori musik dan gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan pemahaman bagi para penikmatnya.
Musik pop dibedakan atas musik pop anak-anak dan musik pop dewasa. Musik pop anak umumnya memiliki bentuk yang lebih sederhana dan memiliki syair yang lebih pendek. Selain itu, komposisi musiknya tidak terlalu kompleks dengan rentan nada yang tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Tema syair musik pop anak-anak biasanya berkisar pada hal-hal yang mendidik, seperti mencintai orang tua, Tuhan, Sekolah, dan Tanah Air.
Sebaliknya, musik pop dewasa umumnya lebih kompleks dengan alunan melodinya lebih bebas dengan improvisasinya lebih banyak, namun ringan. Tema-tema syairnya pun lebih bervariasi, dari kehidupan remaja, percintaan, sampai masalah kritik sosial.
Beberapa musisi dan grup band pop indonesia antara lain, Titiek Puspa, Chrisye, Katon Bagaskara, Melly Goeslaw, grup band Peterpan, Ada Band, Kla Project dan sebagainya. Serta dengan artis indonesia antara lain, Kris dayanti, Ari laso, Ruth Sahanaya, dan lain-lain.
Koes+Plus+kp
Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok Koes Bersaudara. Koes Bersaudara menjadi pelopor musikpop and rock ‘n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia.
Sekitar tahun 1976, Koes Plus mulai redup, mungkin karena generasi yang berganti dan selera musik masyarakat yang terusberkembang. Sekitar 1978, Koes Plus benar-benar lesu. Kelesuannya digantikan oleh penyanyi solo ataupun grup yang terus menerus berganti dari tahun ke tahun. Sekitar tahun 1970 sampai 1980-an musik pop Indonesia dihiasi oleh kelompok musik antara lain Koes Plus, Mercy’s, Panber’s, D’Lloyd. Selanjutnya, akhir-akhir ini masuk kelompok-kelompok musik baru seperti Gigi, Sheila On 7 Peterpan, dan Radja.
Inilah gambaran bahwa musik pop akan sangat terkenal dalam kurun waktu tertentu dan akan segera menghilang. Setelah menghilangnya Koes Plus sebagai pelopor musik pop di Indonesia, maka muncul lagi generasi musik pop berikutnya.
PERKEMBANGAN MUSIK POP DI INDONESIA
imageResize
Dulu musik di Indonesia banyak diisi oleh band dari Malaysia dan Singapura. Akan tetapi, sejak tahun 1960, Indonesia mulai berkreasisendiri dengan diprakarsai oleh band Koes Bersaudara (koes plus).Sejak saat itu mulai muncul band-band pop di Indonesia. Sekarangtelah banyak penyanyi dan band Indonesia yang terkenal di AsiaTenggara seperti Krisdayanti, Rossa, Ungu, Wali, dan Peterpan.
TOKOH MUSIK POP
Musik pop sebenarnya adalah nama musik secara umum. Dengan demikian tokohnya pun kadang susah dibedakan antara musik pop dengan musik yang lainnya.
asal-usul-nama-para-penyanyi-top-dunia-55867d
Penyanyi pop pria yang terkenal dari luar negri:
Elton Jhon, Jesse McCartney, Michael Jackson Ricky Martin, Robbie Williams, justin biber dll.
Penyanyi pop wanita yang terkenal dari luar negri:
Chantal Kreviazuk, Celine Dion, Madonna, Mariah Carey, Whitney Houston,selena gomes dll.
Grup musik popular dari luar negri:
The Beatles, Bee Gees, Duran Duran, Boyzone, Westlife,1 Direction dll.
Penyanyi pop solo yang terkenal dari Indonesia:
Big Slamet, Hetty Koes Endang, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Agnes Monica, dll.
Grup musik popular dari Indonesia:
Koes Plus, Ada Band, Mercy’s, Gigi, Peter pan,Wali, Ungu dll…

Pengertian dan Fungsi Musik Daerah

Pengertian dan Fungsi Musik Daerah 

 

1. Pengertian Musik Daerah


Musik Daerah adalah suatu bentuk budaya dan karya seni yang menggunakan media suara atau bunyi-bunyian, yang hidup dan berkembang ditengah masyarakat yang sesuai dengan aturan / adat daerah setempat, yang dilakukan secara turun temurun dan pembelajarannya dilakukan secara lisan/oral. Musik daerah ini merupakan warisan leluhur yang diturunkan secara lisan sehingga tidak diketahui siapa pencetusnya serta tidak menonjolkan sikap perorangan karena musik daerah ini adalah milik suatu golongan suku bangsa

2. Fungsi Musik Daerah


Musik daerah pada umumnya memiliki arti dan fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Fungsi musik daerah ini antara lain

a. Fungsi Musik Daerah Sebagai Sarana Upacara Adat


Fungsi musik daerah yaitu sebagai pengiring dan kelengkapan dalam acara adat seperti godang (tapanuli) yang dipakai pada acara adat batak, musik gong luang (bali) yang dipergunakan pada saat upacara ngaben, musik karang dodou (Tanah siang, Barito Utara, Kalimantan) yang merupakan jenis musik ritual saat memandikan bayi atau memberikan nama bayi.

b. Fungsi Musik Daerah sebagai Pengiring Tarian


Tarian tradisional yang berkembang di masyarakat Indonesia hampir seluruhnya menggunakan musik daerah sebagai pengiringnya. Contohnya musik pada tari jaipongan.

c. Fungsi Musik Daerah sebagai Pengiring Pertunjukan


Musik Daerah juga selalu dibutuhkan sebagai pengiring dalam suatu pertunjukan seni. Contohnya adalah pergelaran pertunjukan wayang golek yang selalu menggunakan musik pengiring gamelang dari nayaga (penabuh) alat musik tradisional di Jawa Barat.

d. Fungsi Musik Daerah sebagai Media Komunikasi


Musik Daerah juga dapat berfungsi sebagai media komunikasi antar individu atau antar masyarakat dengan pemimpinnya pada zaman dahulu. Contohnya musik angklung atau kentongan yang dipergunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan warga, atau membangunkan warga pada saat bulan puasa.

e. Fungsi Musik Daerah sebagai sarana hiburan dan pendidikan


Dalam musik daerah diiringi oleh lagu-lagu dengan syair yang menghibur karena kata-katanya yang ringan atau jenaka. Musik daerah juga bisa diiringi dengan lagu dengan syair yang berisikan petuah atau nasihat sebagai sarana pendidikan.

Demikian Sobat sakuilmu, beberapa fungsi musik daerah dan pengertian musik daerah yang bisa kita kemukakan. Semoga bermanfaat.


Referensi :
http://brainly.co.id/tugas/1693607

Ciri-ciri musik tradisional

CIRI-CIRI MUSIK TRADISIONAL






Musik tradisional adalah musik atau seni suara yang terdapat diberbagai daerah Indonesia yang lahir dan berkembang dan diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Musik tradisional tersebut biasanya menggunakan bahaya, gaya, dan tradisi khas daerah setempat.

Secara umum terdapat beberapa ciri-ciri khas musik tradisi. Dari beberapa ciri-ciri musik tradisional tersebut dapat dikelompokkan menjadi 7 bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Dipelajari secara lisan

Mengingat musik tradisional merupakan bagian dari kebudayaan, maka musik ini sifatnya diwarsikan secara turun-temurun, dimana proses pewarisan musik tradisi tersebut biasanya dilakukan secara lisan.

2. Tidak memiliki notasi
Proses pembelajaran musik tradisional yang berlangsung secara lisan membuat partitur atau naskah musik menjadi suatu hal yang dianggap tidak terlalu penting. Dengan demikian, sangat lazim ketika musik tradisional disetiap daerah tidak memiliki partitur notasi tertentu.

3. Bersifat informal
Musik tradisional secara umum digunakan sebagai suatu bentuk ekspresi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan musik ini kebanyakan digunakan dalam kegiatan rakyat biasa, sehingga bersifat lebih sederhana dan informal. Ketika musik ini dimainkan di lingkungan istana, maka keberadaanya akan menjadi lebih kompleks dan formal.

4. Pemainnya tidak terspesialisasi
Sistem yang berkembang pada proses belajar instrumen musik daerah biasanya bersifat generalisasi. Pemain musik tradisional belajar untuk dapat memainkan setiap instrumen yang ada dalam suatu jenis musik daerah. Secara umum mereka akan belajar memainkan instrumental mulai dari yang termudah hingga yang terumit. Dengan demikian, pemain musik daerah yang sudah mahir akan mempunyai kemampuan untuk memainkan semua instrumen musik tersebut.

5. Syair lagu berbahasa daerah
Selain syair dengan menggunakan bahasa daerah, musik tradisional juga akan menggunakan alunan melodi dan irama yang menunjukkan ciri khas kedaerahan.

6. Lebih melibatkan alat musik daerah
Umumnya, permainan musik dalam lagu-lagu daerah di Indonesia dibawakan dengan alat-alat musik khas dari daerah itu sendiri. Contoh, lagu-lagu Suku Karo dari Sumatera Utara umumnya diiringi oleh alat musik khas Karo, yaitu gendang lima sendalinen.

7. Merupakan bagian dari budaya masyarakat
Musik tradisional merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, setiap ciri kebudayaan masyarakat penciptanya pasti sudah melekat erat didalamnya. Musik daerah juga adalah salah satu bentuk gambaran kebudayaan daerah, selain tarian, pakian, dan adat kebiasaan lainnya.

Ciri-ciri musik POP

Ciri-ciri Musik Pop






















Musik pop (istilah yang awalnya berasal dari singkatan dari "populer") adalah sebuah genre musik dari musik populer yang berasal dalam bentuk modern pada 1950-an, yang berasal dari rock and roll. Istilah musik populer dan musik pop sering digunakan secara bergantian, meskipun yang pertama adalah deskripsi musik yang populer (dan dapat termasuk gaya apapun), sedangkan yang terakhir adalah genre tertentu yang mengandung kualitas daya tarik massa.
Sebagai genre, musik pop sangat eklektik, sering meminjam elemen dari gaya-gaya lain termasuk urban, dance, rock, latin dan country; Musik pop umumnya dianggap sebagai sebuah genre yang komersial dicatat dan keinginan untuk memiliki daya tarik audiens massa.
Berikut beberapa macam-macam music pop :
A. Musik Pop Standar
Ciri-ciri:
- Melodi mudah diterapkan dengan berbagai karakter lirik.
- Sangat fleksibel jika dipadukan dengan jenis style lain.
- Lagu umumnya mudah disenandungkan dan diserap.
- Harmoni tidak terlalu rumit.
- Tempo bervariasi.
B. Musik Pop Kreatif
Ciri-ciri:
Musik Pop kreatif adalah musik pop yang memiliki keunikan dalam ritme, melodi, harmoni, instrumen, gaya dan lirik karena keterpaduannya dengan gaya musik yang lain, seperti klasik, rock, jazz, dan sebagainya.
Pop kreatif berkembang di Indonesia sejak diadakannya Dasa Tembang Tercantik oleh Radio Prambors Rasisonia di Jakarta tahun 1980-an.
C. Musik Pop Balada
Ciri-ciri:
- Mirip dengan Musik Pop
- Tempo bervariasi
- Pola melodi bervariasi karena dibuat untuk kepentingan lirik
- Lirik cenderung Ekspresif, sindiran (jenaka, sedih, keras), serta berkisah tentang rasa sosial dan suka duka kehidupan.